Tulisan
Untuk Kita, Para Pemuda Indonesia
October 28, 2016
0

Perjuangan memperoleh kemerdekaan yang sangat panjang pernah dilalui oleh Indonesia. Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada hari Minggu 28 Oktober 1928 di tiga tempat berbeda, merupakan awal bersatunya pergerakan pemuda Indonesia dari berbagai daerah. Pergerakan nasional telah dimulai sejak 1908 eleh Budi Oetomo dan oleh berbagai komunitas. Sejak dideklarasikannya Sumpah Pemuda, pergerakan lebih mudah diselaraskan, terutama dengan himbauan diterapkannya bahasa Indonesia. PPPI (Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang dipimpin oleh Soegondo Djojopespito mencetuskan Sumpah Pemuda. Pada hari itu pula lagu kebangsaan Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan. Sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan merupakan lima poin penting yang harus dipegang oleh bangsa kita untuk belajar, mengembangkan diri, dan membangun negeri.

Semangat perjuangan yang membara dan tekad yang dipersatukan telah mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan. Saat ini Indonesia tercinta telah menjadi salah satu negara dengan perkembangan yang pesat. Bagi saya, merupakan sebuah anugrah yang luar biasa terlahir sebagai warga negara Indonesia. Mengapa? Indonesia kaya sumber daya alam dan manusia. Sebagai salah satu contohnya luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2, produksi gas 8 juta standar ft3/hari (MMSCFD), 8.000 jumlah spesies tumbuhan dan 2.215 jumlah spesies hewan. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 255 juta dengan 1211 keragaman bahasa. Potensi yang sangat besar ini tentunya menjadi peluang yang besar bagi kita untuk menjadi negara yang sejahtera. Populasi pemuda (usia produktif) di Indonesia saat ini 70% dari jumlah total penduduk.

Hal lain yang membuat saya sangat bersyukur adalah karakter pemuda dan pendidikan di lingkungan Indonesia yang membentuk pemudanya untuk:

  1. Bermimpi besar
    The only thing that will stop you from fulfilling your dreams is you.” (Tom Bradley)
    Walaupun tampaknya sulit, kita selalu diajarkan untuk bercita-cita setinggi mungkin. Semua yang ada saat ini merupakan hasil terwujudnya mimpi-mimpi orang terdahulu.
  2. Memiliki jiwa kepemimpinan dan gotong-royong
    Seperti halnya para pejuang terdahulu yang bergerak bersama untuk merebut kemerdekaan. Suatu tujuan besar akan dapat diwujudkan dengan menyatukan kekuatan. Tentunya harus ada satu orang yang akan menyelaraskan jalannya sehingga pergerakan tiap komponen akan sinkron. Menjadi pemimpin yang demokratis adalah salah satu kunci sukses untuk memahami kekuatan. Setidaknya kita harus bisa menjadi pemimpin bagi diri sendiri.
  3. Memiliki idealisme
    Salah satu kelebihan pemuda adalah semangat yang membara untuk mempelajari berbagai hal, pikiran yang masih polos, dan waktu luang. Berbeda dengan usia paruh baya yang sudah lebih banyak tanggung jawab, sehingga sedikit waktu luang dan cenderung mengikuti sistem. Pemuda memiliki potensi yang lebih besar untuk melihat hal-hal yang perlu diperbaiki, melahirkan inovasi untuk memberikan perubahan ke arah yang lebih baik.
  4. Memiliki wawasan yang luas
    Selain menekuni kompetensi kita, kita diharapkan juga sensitif terhadap lingkungan sekitar serta mengetahui berbagai hal-hal penting yang terjadi di negeri kita dan di dunia. Karena dengan wawasan yang luas, kita bisa lebih banyak referensi dan mengaplikasikannya di Indonesia. Wawasan bisa diperoleh dari mana saja media cetak atau elektronik, manusia, sejarah, kejadian, dan sebagainya.
  5. Peduli dan bermanfaat untuk orang lain
    Hidup di negara berkembang penuh dengan permasalahan. Terutama disebabkan kurangnya pendidikan yang berujung pada masalah kesejahteraan, kesehatan, efisiensi kerja, serta pembangunan karakter dan keterampilan. Ini merupakan tugas kita untuk berbagi kebahagiaan dan memperbaiki masalah bersama ini dengan kompetensi masing-masing.

Saya juga sangat bersyukur bisa belajar di Jepang yang menurut saya memiliki budaya yang sangat baik. Di Jepang sendiri saya mengamati ada beberapa karakter pemudanya yang sangat baik untuk kita contoh, antara lain:

  1. Disiplin dan tepat waktu
    Dengan kedisiplinan rencana kita akan terwujud sesuai harapan. Peraturan dibuat karena adanya banyak pertimbangan. Bila kita melanggar peraturan, janji atau waktu, ada pertimbangan selain merugikan diri sendiri, kita akan merugikan orang lain. Oleh karena itu, semua orang Jepang tidak pernah terlambat karena mereka tahu mereka sendiri yang akan rugi.
  2. Fokus pada tujuan
    Pemuda di Jepang memiliki alokasi waktu tertentu untuk belajar dan istirahat. Mereka benar-benar mengoptimalkan waktu kerjanya untuk belajar dan bekerja, waktu istirahat untuk bermain. Mereka mampu menyusun prioritas antara kewajiban dan hak. Tidak mudah terpengaruh oleh media untuk melakukan ini dan itu atau sekedar ikut-ikut yang menurut mereka tidak diperlukan.
  3. Mandiri
    Orang Jepang malu untuk merepotkan orang lain. Mereka berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan ini juga terbukti, walaupun sumber daya alamnya sedikit dan banyak impor, mereka sangat maju, mengekspor teknologi dan bahkan banyak memberikan bantuan kepada negara berkembang.
  4. Mencintai budaya
    Jepang sangat melestarikan budayanya, dapat dilihat dari berbagai ritual dan kegiatan kebudayaan yang secara rutin dilakukan. Misalnya mengirim kartu pos tahun baru, yang mungkin menurut kita semua sudah era digital. Indonesia yang memiliki ribuan keragaman budaya harusnya dapat melestarikan dan mewariskannya ke generasi berikutnya dengan lebih baik.
  5. Santun
    Mayoritas orang Jepang tergolong santun, selalu mengatakan hal-hal yang baik dan tidak mudah marah. Ini sangat penting karena dengan karakter ini, nasihat dan arahan kita akan lebih mudah diterima dan dimengerti oleh orang lain.

Harapan saya sendiri untuk kita semua adalah:

  1. Berani bertindak untuk mewujudkan mimpi

“Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan      bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.” (Sukarno)

  1. Mampu beradaptasi dengan mempertahankan prinsip
    Dalam era globalisasi yang terus berkembang, kita harus mampu beradaptasi dengan teknologi serta meningkatkan berbagai keterampilan dan ilmu agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Di antara perang pemikiran yang ada kita harus mampu menyaring informasi, mempertahankan Pancasila, prinsip yang kita pegang teguh. Ambillah yang baik dan tinggalkan yang tidak bermanfaat.

Mari kita berjuang bersama membangun Indonesia yang berdikari, makmur, dan sejahtera. Mari kita mulai dari diri sendiri. Saya pun masih mencoba untuk menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara… 😀

Sumber:

http://lipi.go.id/berita/jumlah-usia-produktif-besar-indonesia-berpeluang-tingkatkan-produktivitas/15220

https://florafnindonesia.blogspot.jp/2016/05/keragaman-flora-dan-fauna-di-indonesia.html

http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/big-serahkan-peta-nkri-kepada-kemenkokesra

http://semangatpemuda-indonesia.blogspot.jp/p/sejarah-sumpah-pemuda.html

http://iqablog-iqa.blogspot.jp/2010/07/sejarah-indonesia-sejak-1908-reformasi.html

https://www.goodreads.com/author/quotes/661589.Sukarno

IMG_2365.JPG
Rizki Fitria Darmayanti PhD candidate Kyushu University
Translate »