Serba-serbi mengenai Kuliah di Jepang
November 16, 2017
0

Dear sahabat bangsa,

Pasti banyak dari sahabat bangsa yang mempunyai cita-cita untuk berkuliah di kuliah negeri, namun terkendala dengan banyak hal, seperti minimnya informasi, keterbatasan nilai toefl/ielts, dll. Salah satu dari negara impian teman-teman mungkin adalah Jepang, negara yang terkenal dengan kemajuan teknologi dan pendidikannya, keramahan khas wilayah asia timur. Nah kali ini, kita coba membahas sedikit tentang, bagaimana sih kuliah di negara Jepang? dan informasi apa saja sih yang wajib kita ketahui?. Ok, check it out!

 

  1. Jepang tidak punya konsultan pendidikan.

Berbeda dari negara lain seperti USA, UK, Australia, dll. Khusus untuk berkuliah di kampus Jepang tidak mempunyai konsultan pendidikan. Nah, terus bagaimana dong caranya untuk tau informasinya dengan detail? Yakin dah, pasti pertanyaan itu yang muncul di benak sahabat bangsa. Ok sini, aku bisikan jawabannya hehehe

Setiap kampus di Jepang pasti mempunyai website kampusnya masing-masing dan sebagian besar website tersebut pasti update. Di dalam website kampus, info yang teman-teman inginkan sebagian besar sudah di jelaskan di sana. misalnya tentang lokasi kampus, department apa saja yang membuka kelas untuk international student (karena ada beberapa department yang masih menggunakan kelas regular, dimana untuk Bahasa pengantarnya adalah Bahasa jepang sendiri), atau tentang fasilitas apa saja yang ada di kampus maupun department yang ingin di tuju.

“Nah, kalau misalnya website kampusnya gak update? Atau ada beberapa informasi kurang jelas, gmn?”

Okay, untuk pertanyaan ini jawabannya adalah. Jeng……… jeng…… jengg…

Setiap kampus di jepang mempunyai administration office dan alamat emailnya bisa di temukan di website. Samalah seperti kantor administrasi di kampus-kampus di Indonesia, hanya saja yang sedikit membedakan adalah mereka mempunyai bagian-bagian yang detail dalam pembagian tugasnya. Jadi, ada bagian yang khusus membalas emai-email dari sahabat yang ingin menanyakan berkaitan dengan kampusnya. Jangan pernah takut gak di balas ya, karena menurut sepahaman saya hingga saat ini, administrator kampus pasti selalu membalas pertanyaan teman-teman, walaupun pertanyaan teman-teman sudah di jelaskan di website (nah untuk kasus ini, pleaseeee budayakan membaca dan mencari informasi yang lengkap dulu di website ya sahabat, agar tidak di kira, tidak serius dalam mencari informasi hehehe)

 

  1. Mau kuliah di Jepang, namun kagak bisa Bahasa jepang. Bisakah?

Jawabannya SANGAT BISA. Meskipun untuk jalur international student bagi undergraduate/S1 masih limited (untuk S2/master dan S3/Doctoral sudah banyak, hampir seluruh department bagi kampus-kampus besar/seven national university, jd sesi ini khusus bahas untuk S1/Undegraduate aja ya)). Hanya saja, banyak kampus di jepang yang sudah mulai membuka kelas-kelas international, jadi bagi sahabat bangsa yang bisa Bahasa Inggris, dipersilahkan untuk daftar di department yang membuka kelas International.

“Wah… jadi departmentnya/program studynya terbatas dongg???”

Okay, gini saya kasih bocoran dah untuk Sahabat-sahabat yang masih SMA dan ingin berkuliah di Jepang. Jadi ini, sebenarnya di jepang mereka punya beasiswa yang mewajibkan penerimanya untuk belajar Bahasa jepang dulu selama setahun, sehingga nantinya penerima beasiswa tersebut bisa kuliah di kelas Reguler yang Bahasa pengantarnya adalah Bahasa jepang.

Nah, terus beasiswanya mewajibkan Bahasa jepang? Khan aku gak bisa Bahasa jepang, cuman bisa Bahasa inggris?

Nih… nih…. Saya kasih tau rahasia lagi. Cuman untuk kamu loh sahabat.

Jadi gini, sebenarnya tentang beasiswa akan saya bahas di selanjutnya, hanya saja tak apalah saya kasih bocoran sedikit di sini, jadi Beasiswa yang saya maksud di atas tadi, untuk mendaftarnya teman-teman tidak butuh untuk bisa berbahasa jepang (meskipun mungkin ada nilai “plus” tersendiri bagi yang bisa sedikit Bahasa Jepang), karena mulai dari mengisi lembar formulir, essay, recommendasi, interview, semuanya dalam Bahasa inggris. Nah kalau gak bisa Bahasa inggris????

Ya udah, Wassalam. Hahaha…. Gak ah bercanda, kalau gak bisa Bahasa inggris berarti teman-teman coba dah untuk lebih memaksimalkan usaha untuk belajar Bahasa inggris terlebih dahulu. Khan gak lucu mau jadi international student, tp cuman bisa pakai Bahasa Indonesia? Terus ntr belajarnya gimana hehe

 

  1. Beasiswa

Nah ini yang biasa di tunggu. “Beasiswanya gimana?” Kalau sahabat bangsa pantengan media sosialnya penulis (asikkk), sebenarnya sudah saya bahas nih di video saya.

Ini linknya untuk S1:

Dan ini untuk S2:

Jadi untuk beasiswa di Jepang sendiri. Lumayan lah untuk international student. Sahabat bisa menemukannya di website Japan Ambassador atau teman-teman bisa temukan di website department sahabat yang sahabat inginkan karena terkadang department mempunyai beasiswa khusus di program studynya. Nah kalau misalnya sahabat bangsa kurang puas, sahabat bangsa bisa langsung tanya-tanya ke administratornya. Yakin dah di balas. Hehe

 

  1. Ada testnya gak? susah gak?

Setiap Jenjang perkuliahan di Jepang, Baik Undergraduate/S1, Master/S2, dan doctoral/S3 masing-masing mempunyai testnya. Hanya setiap tingkatan berbeda.

Untuk S1 berdasarkan narasumber yang admin miliki, testnya merupakan test wawancara dan tertulis. Tapi jangan samakan dengan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri fi Indonesia) ya. JAdi seleksinya cuman 5-10 soal, yang bisa saja hanya pilihan ganda, namun ada juga yang essay (biasanya essay bagi department yang membutuhkan skill menghitung/science).

Untuk Master/S2. Test tertulisnya tergantung dari department masing-masing, karena untuk Master/S2 sudah menjurus ke keahlian masing-masing dan mendetail, jadi kadang ada yang cross department gt. Hehe. Lanjut……….. terkadang testnya hanya interview saja, pertanyaannya seputar motivasi maupun proposal yang diajukan (karena system pendidikan di Jepang berbasis penelitian so penelitian itu adalah hal wajib untuk program master dan juga doctor, bahkan mereka lebih focus k penelitian dibandingkan dengan course/kelas perkuliahan hehe).

Namun ada juga department yang lumayan menguras emosi, jiwa, raga, dan fikiran (ini curhat pengalaman). Jadi testnya selain interview tadi, ada juga test tertulisnya. Dan sedikit berbeda dengan test masuk untuk Undergraduate/S1, untuk test tertulis masuk Master/S2 dibagi menjadi dua. Pertama, test tulis untuk seleksi Universitasnya. pengalaman penulis yang di bidang Engineering/teknik, testnya berupa matematika dasar, mirip-mirilah kayak TEST MASUK SBMPTN di Indonesia, cuman yang membedakan adalah jumlah soal paling sekitar 10-15 (sedikit khan ya hehe), namun semuanya ESSAY, sekali lagi ESSAY (Nah loh!!). So, cara penyelesaian soal di nilai bukan hanya hasil doang, keren khan? Hahaha.

Nah selanjutnya, ada test department, karena jurusan yang di masukin oleh saya waktu itu adalah URBAN AND ENVIRONMENTAL ENGINEERING (ini cerita dari pengalaman penulis aja langsung ya), jadi testnya terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah matematika teknik yang terdiri dari kalkulus dan statistika, logarithm, peluang dsbnya (saat itu saya hanya memohon petunjukNya untuk menyelesaikan soal-soal itu, secara mata kuliah itu waktu zaman S1/undergraduate dulu cuman dapat satu semester doang… hikkkss). Dan bagian ke-dua adalah tiga bidang pilihan kejuruan. Ingat ya, di jepang untuk Master dan doctoralnya sudah sangat detail bidang yang ingin dimiliki so testnya detail juga. Nah kemarin saya sendiri memilih bidang urban engineering/economics, transportation planning, dan fluid (untuk yang terakhir saya lupa-lupa ingat hehe). Nah dan serunya lagi, semua test tertulis itu adalah ESSAY, hehehe

Nah terakhir untuk Doctoral/S3. Testnya merupakan interview dan presentasi proposal research yang akan dilakukan untuk kedepannya atau ada juga yang mempresentasikan research semasa S2/Master Degree, ini mungkin dikarenakan research yang akan diambil nanti akan berkaitan dengan research ke depan, semua tergantung dari kebijakan department. Sistem presentasinya? Jangan berfikir kayak ujian tutup/buka di Indonesia yang hanya terdiri dari beberapa dosen ya, sahabat. Testnya itu, kita kudu presentasi di depan seluruh professor yang berada di department itu.

Gimana suasannya ya? Yang 5 dosen di Indonesia aja bikin deg-deg serrrr…. Ini gimana yang seluruh dosen, Professor pula hehehe. Eitssssss,,, tapi tenang saja. Selagi teman-teman menguasai proposal teman-teman, Yakin dah pasti bisa. Karena ujian proposal di sini jangan nyangka bakal di serbu pertanyaan-pertanyaan yang menjatuhkan ya? Tapi pertanya-pertanyaannya lebih kepada keinginintahuan ke research sahabat sooooo Rileeeeeeeeeeexxxxxxxxxxxx aja hehe.

Okaaaayyyy sahabat bangsa… sekian dulu pembahasan kita tentang kuliah di Jepang ya. Kalau ada pertanyaan bisa comment dibawah ini atau kalau misalnya pingin dibahas khusu dalan video maupun tulisan. Bisa minta permintaan khusus, di link youtube saya ya (cari aja RAFID MAHFUL di youtube)

Penulis
Rafid Mahful
Translate »