Pilihan: Kartu Kredit atau No HP Terlebih Dahulu?
September 14, 2017
0

Memiliki nomor hp baru, merupakan suatu kebutuhan bagi para mahasiswa  yang baru datang di Jepang. Ditambah alasan pribadi mempunyai smartphone keluaran terbaru yang dengan harga lebih murah dari Indonesia. Namun, baru-baru ini akan cukup sulit untuk memperoleh nomor baru tersebut. Apalagi bagi yang ingin membeli smarphone seri terbaru dengan sistem kredit agar terasa ringan. Hal ini dikarenakan peraturan dari provider atau operator seluler di Jepang yang akan meminta kartu kredit sebagai sarana pembayaran yang diberlakukan semakin ketat baru-baru ini. Padahal tidak semua dari mahasiswa baru (terutama yang belum bekerja di Indonesia), memiliki kartu kredit. Kalaupun mau membuat kartu kredit via kampus (melalui co-op, tuo card, http://www.univcoop.or.jp/en/student/st-tuo.html) , persyaratannya adalah memiliki nomor hp pribadi dan proses pembuatannya memakan waktu kurang lebih 1 bulan.  Selain itu, masa ijin tinggal visa kita juga akan dipertimbangkan saat mengajukan kontrak nomor. Tidak masalah jika mahasiswa tersebut berada di jenjang doktoral atau bachelor. Bagi yang  master dimana ijin tinggal hanya 2 tahun 3 bulan, mau tidak mau harus segera mengurus kontrak nomor sebelum sisa masa tinggal kita kurang dari 2 tahun.

Perlu diketahui sebelumnya jika memiliki nomor hp di luar negeri tidak segampang di Indonesia yang tinggal beli di warung sebelah dan pasang sendiri di hp kita. Beberapa menerapkan sistem kontrak selama 2 tahun pemakaian dan untuk mengurusnya diperlukan persyaratan, seperti resident card, paspor, buku tabungan atau kartu kredit. Sistem bundling dengan smartphone diberlakukan bagi yang ingin memiliki perangkat terbaru, bisa didapatkan dengan mencicil pembayarannya perbulan beserta biaya paket data-telepon yang kita pilih. Apabila belum 2 tahun kita memutus kontrak maka akan dikenakan denda. Biasanya juga sistem kredit ini menawaarkan banyak diskon terutama bagi yang memilih produk berlogo buah apel. Mengenai bagaimana sistem paket data, operator mana yang lebih murah, diskon dan sebagainya silahkan merujuk ke website masing-masing provider (contoh AU, Docomo, Ymobile, Asahi atau Softbank).

Alternatif untuk segera mempunyai nomor sebetulnya sudah disediakan oleh pihak kampus. Di hari-hari awal kedatangan, biasanya ada operator yang datang dan menawarkan sistem kontrak dengan persyaratan lunak, seperti tanpa kartu kredit. Namun, tidak semua hp yang kita bawa dari Indonesia itu cocok dengan frekuensi operator dan pilihan operatornya pun sangat terbatas. Mahasiswa baru kemudian bisa mendatangi gerai operator tersebut untuk membuat kontrak atau sekaligus memiliki hp baru. Karena belum memiliki kartu kredit, solusi bagi yang ingin segera memiliki nomor adalah dengan membeli hp secara cash (yang tentu cukup menguras kantong) sekaligus membayar uang kontrak sembari menunjukkan buku tabungan Jepang kita. Lalu bagaimana dengan yang belum memiliki dana cukup untuk membeli hp, ingin membeli dengan cicil, ingin memilih operator yang murah atau sekedar ingin punya nomor saja (karena hp compatible dengan frekuensi operator)? Mau tidak mau harus menyertakan kartu kredit. Umumnya operator-operator kecil menawarkan durasi kontrak yang lebih flexible dan biaya paket langganan yang lebih murah, tetapi tetap saja memerlukan kartu kredit sebagai cara pembayarannya.

Untuk itu, bagi yang hendak menimba ilmu di Jepang, alangkah baiknya jika segera membuat kartu kredit di tanah air yang berlogo visa atau mastercard. Cara ini mungkin akan sedikit repot karena tagihan akan dikirim ke rumah, tetapi ini akan sangat membantu bagi yang sangat membutuhkan nomor hp dengan cepat. Tinggal nanti setelah memiliki nomor, mengurus kartu kredit jepang kemudian mendaftarkan kartu kredit baru kita ke operator yang kita gunakan. Cara lainnya adalah dengan membeli cash hp bundling yang murah (bahkan non-smartphone) untuk sekedar punya nomor, lalu mengajukan aplikasi kartu kredit di co-op, setelah kartu tersebut jadi tinggal meminta change model/upgrade (jika ingin yang lebih bagus). Kalaupun ingin lebih ringkas dan cepat, dengan mendatangi gerai-gerai terdekat, tanyakan harga hp yang diincar plus biaya langganannya, bandingkan mana yang paling pas dengan keuangan kita baru kemudian membeli sekaligus membuat kontrak.

Ya memang antara nomor hp dan kartu kredit sudah seperti ayam dulu atau telur dulu. Punya kartu kredit dulu atau punya nomor hp dulu. Beberapa tahun yang lalu, kartu kredit untuk membeli nomor dan nomor hp untuk membuat kartu kredit bukan menjadi syarat mutlak di Jepang. Mungkin saja regulasi yang baru ini diberlakukan agar kepemilikan nomor dan kartu kredit di Jepang lebih terkontrol dan terbebas dari hal-hal manipulatif (misalnya mengajukan kartu kredit dengan mencantumkan nomor hp orang lain).  Apapun peraturannya, ingatlah “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”. Walaupun kesannya kita tidak terlalu memerlukan kartu kredit dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi yang ingin mengontrol pengeluaran, adanya kartu kredit cukup  memberi kemudahan misalnya untuk pembayaran promo tiket pesawat untuk mudik ke kota tercinta, bisa memilih dari berbagai pilihan operator bertarif murah  atau untuk pindah operator ke yang lebih murah dan lebih flexible peraturan kontraknya.

Tulisan ini adalah bagian dari Living Guide untuk para mahasiswa baru yang akan studi di Jepang

khususnya di kampus-kampus atau sekolah yang berada di kawasan Fukuoka Prefecture

Translate »