Panduan Mendaftar Beasiswa untuk Pelajar On-Going
September 9, 2019
0

Di awal masa belajar, beberapa mahasiswa-mahasiswa asing ada yang sama sekali tidak memiliki beasiswa dan datang ke Jepang tanpa jaminan keuangan apa pun. Sekali pun hal tersebut tidak disarankan, tetapi ada cara untuk mengatasi masalah keuangan tersebut. Di Universitas Kyushu mahasiswa dapat mengajukan bantuan keuangan berupa potongan biaya pendidikan. Setiap semesternya, pelamar harus menyerahkan beberapa dokumen mengenai kondisi keuangan mereka (pendapatan, pengeluaran, kondisi keluarga, dsb.), dan kemudian pihak universitas akan memutuskan berapa persen potongan biaya pendidikan yang akan dikenakan. Dalam hal ini, mahasiswa doktoral memiliki keuntungan lebih, karena universitas mengutamakan untuk memberikan bantuan ke mereka. Tidak jarang mahasiswa doktoral yang sama sekali tidak memiliki beasiswa mendapatkan potongan biaya pendidikan 100%. Sekalipun begitu, mahasiswa sangat disarankan agar mencari beasiswa untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari.

Bagi teman-teman pelajar di Kyushu University, tersedia halaman website berisi data terperinci tentang beasiswa yang sedang membuka lamaran, termasuk syarat dan jumlah beasiswa yang akan diterima.

http://www.isc.kyushu-u.ac.jp/intlweb/scholarship/view/list.php?nendo=2020&lang=en

Selain itu, ada beberapa beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Fukuoka yang bisa dicek di tautan berikut

http://www.fcif.or.jp/en/en-money/international-student-scholarship/

Banyak di antara beasiswa tersebut yang mensyaratkan penggunaan Bahasa Jepang dan hanya sedikit yang memperbolehkan menggunakan Bahasa Inggris. Namun, tidak perlu khawatir, beberapa staff fakultas atau bahkan profesor biasanya mau memberikan bantuan berupa mengoreksi Bahasa Jepang dan semacamnya asalkan mahasiswa memberikan niat baik dan mau berusaha. Perlu dicatat bahwa, di sini mahasiswa hanya diperbolehkan untuk mendaftar satu beasiswa. Jadi, jika sudah mendaftar dan proses seleksi sedang berlanjut, mahasiswa tidak diperbolehkan mendaftar beasiswa lain sampai pengumuman lolos atau tidak dari beasiswa sebelumnya diumumkan. Karena itu, disarankan agar mahasiswa memilih dengan bijaksana beasiswa apa yang ingin dan hampir pasti akan didapat.

Ada beberapa tahapan dalam seleksi beasiswa. Pertama, mahasiswa harus lolos dari penyaringan universitas. Penyaringan tersebut dibutuhkan karena jika lolos seleksi, universitas akan memberikan surat rekomendasi mengenai diri mahasiswa ke lembaga beasiswa yang bersangkutan, dan hal tersebut memperbesar kemungkinan mendapatkannya beasiswa. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk penyaringan universitas tidaklah banyak, serupa dengan dokumen-dokumen untuk pemotongan biaya pendidikan.

Selanjutnya, adalah seleksi dari lembaga beasiswa itu sendiri. Selain rekomendasi universitas yang telah didapatkan sebelumnya, mahasiswa biasanya harus menyiapkan beberapa dokumen tambahan, seperti formulir pengajuan, surat rekomendasi dari Sensei, dan beberapa buah karangan (bisa Bahasa Jepang atau Bahasa Inggris, tergantung jenis beasiswanya). Sekalipun karangan yang ditulis diperbolehkan untuk menggunakan Bahasa Inggris, disarankan untuk menunjukkan keseriusan dan ketertarikan akan pelajaran Bahasa Jepang, misalnya dengan memasukkan beberapa kalimat dalam Bahasa Jepang ketika karangan yang ditulis sedang membahas tentang kebudayaan Jepang. Karangan-karangan yang ditulis juga sebaiknya menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat yang sangat besar tentang pertukaran kebudayaan Jepang dan negara asal mahasiswa tersebut.

Sekalipun tidak selalu, tetapi beberapa beasiswa akan mengadakan wawancara untuk menentukan lolos atau tidaknya mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa yang mereka tawakarkan. Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan beragam. Disarankan untuk bertanya kepada mahasiswa lain yang telah mendapatkan beasiswa yang sama tentang pertanyaan apa saja yang dia dapat dalam wawancara. Siapkan jawaban (dalam Bahasa Jepang kalau perlu) dan berlatihlah agar wawancara dapat berjalan dengan baik. Di dalam wawancara, jika ada yang tidak jelas, lebih baik tanyakan agar jawaban tidak salah. Serta, berikan pernyataan yang jujur. Jika tidak mengerti bagaimana menjelaskannya dalam Bahasa Jepang, katakanlah. Pewawancara biasanya akan memperbolehkan berbicara dalam Bahasa Inggris. Namun, sebelum itu, mahasiswa harus menunjukkan usaha dalam berbicara Bahasa Jepang. Kemudian, saat berbicara dalam Bahasa Inggris, usahakan berbicara dengan perlahan.

Translate ยป