Kenali Indonesia: Provinsi Sumatra Utara
December 31, 2016
0

  1. Rumah Adat
  • Rumah adat Bolot, Batak Toba

Rumah adat Batak Toba atau biasa disebut Rumah Bolon telah didaulat menjadi perwakilan rumah adat Sumatera Utara di kancah nasional. Rumah berbentuk persegi panjang dan masuk dalam kategori rumah panggung ini umumnya dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup secara bersama-sama.

  • Rumah adat Siwaluh Jabu, Batak Karo

Rumah adat Siwaluh Jabu begitu biasa disebut, merupakan rumah adat Batak Karo yang hingga kini keberadaannya masih dapat kita temukan. Rumah ini secara arsitekur memiliki gaya yang sangat artistik. Dindingnya dibuat miring, atapnya berbentuk segitiga bertingkat tiga, dan di setiap puncak segitiga tersebut dihiasi dengan kepala kerbau perlambang kesejahteraan.

  1. Pakaian Adat
  • Pakaian Adat Toba

Suku Batak sendiri sebetulnya terbagi-bagi menjadi beberapa sub-suku. Salah satunya adalah sub-suku Batak Toba. Sesuai namanya, suku ini adalah suku batak yang mendiami daerah sekitar danau Toba, danau terluas di Asia Tenggara. Suku Batak Toba memiliki pakaian adat sehari-hari yang terbuat dari kain tenun khas Batak, yakni kain ulos. Secara umum, kain ulos inilah yang menjadi identitas dan ciri utama pakaian adat Sumatera Utara di kancah nasional. Berikut adalah gambar dari seseorang yang mengenakan kain ulos.

  • Pakaian Adat Nias

Pulau Nias adalah pulau yang letaknya berada terpisah di arah Barat pulau Sumatera. Secara sekilas, kebudayaan dari penduduk asli Pulau Nias memiliki beberapa perbedaan dengan suku Batak. Salah satu yang bisa dilihat misalnya perbedaan pada Pakaian Adat Tradisionalnya. Pakaian adat Sumatera Utara dari suku Nias untuk laki-laki disebut Baru Oholu, sementara untuk perempuannya disebut Õröba Si’öli. Pakaian ini memiliki warna dominan yakni emas atau kuning.

  • Pakaian Adat Karo

Secara tekstur dan pembuatan, pakaian adat Sumatera Utara dari suku Batak Karo serupa dengan pakaian adat Batak pada umumnya. Kain yang dibuat dari pintalan kapas bernama Uis Gara dipakai sebagai penutup tubuh dalam berbagai aktivitas keseharian. Kain Uis Gara sendiri berarti kain merah. Kain ini ibuat dari tenunan benang merah dan dipadukan dengan warna hitam atau putih serta motif menggunakan benang emas atau perak.

 

  1. Tari-tarian Daerah Sumatera Utara
  • Tari Serampang Dua Belas

Sebuah tari melayu dengan irama joged. Diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang Dua Belas merupakan tari pergaulan, baik bagi muda-mudi maupun orang tua.

 

  • Tari Tor-tor

Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.

 

  • Tari Marsia Lapari

Tari garapan ini menggambarkan kegiatan gadis-gadis Sumatera Utara yang senantiasa saling membantu dalam menggarap sawah. Olahan tari didasarkan unsur gerak tari daerah Tapanuli Selatan yang diramu dengan unsur daerah lain, dengan iringan musik gondang sembilah.

  • Tari Manduda

Suatu bentuk tarian rakyat Simalungun yang bersuka ria di masa panen padi.

 

  1. Senjata Tradisional
  • Piso Gaja Dompak

Piso Gaja Dompak berasal dari suku Toba yang mendiami wilayah Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun dan Kabupaten Dairi.

Piso Gaja Dompak berasal dari padanan kata Bahasa Batak, Piso yang berarti Pisau, kata Gaja Dompak berasal dari ukiran gajah yang terdapat pada senjata tradisional tersebut, memiliki filosofi gagah serta melambangkan keperkasaan. Piso Gaja Dompak hanya dimiliki oleh mereka yang berasal dari keturunan raja, sehingga kuantitas dari senjata tradisional ini cukup terbatas.

 

  • Piso Surit

Piso Surit merupakan senjata tradisional dari Suku Karo. Suku ini mendiami kabupaten Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi dan sebagian kecil wilayah Aceh. Daerah-daerah tersebut diatas lebih dikenal dengan sebutan Tanah Karo.

Piso Surit berasal dari dua padanan kata yang berasal dari bahasa Karo, Piso yang berarti Pisau dan Surit adalah nama yang disematkan untuk pisau tersebut. Pada masa penjajahan, Piso Surit adalah senjata yang digunakan oleh masyarakat Karo untuk mengusir penjajah. Piso Surit juga diabadikan dalam sebuah lagu tradisional Karo yang cukup terkenal. Anda dapat melihat koleksi Piso Surit di berbagai museum, seperti Museum Negeri Sumatera Utara dan Museum Djamin Ginting.

 

  • Hujur

Dalam bahasa Indonesia diartikan Tombak, memiliki ujung yang runcing dan biasanya digunakan dengan cara melemparkan kesasaran, senjata tradisional ini hampir dapat ditemukan dari setiap suku di Sumatera Utara namun memiliki penamaan yang berbeda, Hujur bagi masyarakat Batak Toba, Simalungun dan Mandailing sedangkan Pakpak dan Karo menamainya dengan Kujur sedangkan masyarakat Melayu menamakannya Tombak.

Hujur tidak memiliki legenda seperti senjata tradisional lainnya dari Sumatera Utara. Anda dapat melihat secara langsung keberadaan senjata ini di museum-museum di Sumut. Sebagian besar masyarakat di Sumatera Utara juga masih mengoleksinya. oleh masyarakat umum adalah hujur sejenis tombak dan podang sejenis pedang panjang.

 

  1. Suku

Suku dan marga yang terdapat di daerah Sumatera Utara : Melayu, Batak (Mandailing, Toba, Simalungun, Karo), Nias, dan lain-lain.

 

  1. Bahasa Daerah

Batak, Karo, Melayu, Nias, Mandailing, dan lain-lain.

 

  1. Lagu Daerah : Pantun Lama, Butet, Sengko-sengko.
Translate »