Kenali Indonesia: Provinsi Kepulauan Riau
January 30, 2017
0

Provinsi beribukotakan Tanjungpinang ini merupakan provinsi dengan pulau terbanyak di Indonesia (2,408 pulau). Berbatasan dengan empat negara tetangga di berbagai penjurunya, Kepulauan Riau atau kerap disebut KepRi diduduki oleh belasan suku bangsa. Penduduk KepRi menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu di kehidupan sehari-hari.

1. Rumah adat

Rumah Belah Bubung:

Rumah Belah Bubung terbagi menjadi 4 bagian yaitu selasar, ruang induk, ruang penghubung dapur, dan dapur.

Seperti di beberapa provinsi lain, di KepRi ukuran rumah menandakan kemampuan ekonomi pemiliknya.

Berdasarkan bentuk atap, rumah belah bubung dibedakan menjadi:

Rumah Lipat Pandan (atapnya curam)
Rumah Lipat Kajang (atapnya agak mendatar)
Rumah Atap Layar (disebut juga Ampar Labu, bagian bawah atap ditambah dengan atap lain)
Rumah Perabung Panjang (perabung atapnya sejajar dengan jalan raya)
Rumah Perabung Melintang (perabung atapnya tidak sejajar dengan jalan)

  1. Pakaian adat

Berhubung ada berbagai suku bangsa yang menduduki KepRi, pakaian adat provinsi tersebut pun beragam. Diantaranya adalah baju kurung keke, baju gunting cina, baju telepuk, dan lain sebagainya.

Tetapi yang menjadi ikon pakaian adat Kepulauan Riau adalah kebaya labuh dan teluk belanga.

Perbedaan kebaya labuh dengan kebaya lainnya adalah ukurannya yang lebih panjang menjuntai hingga ke bawah lutut. Kebaya labuh hanya memiliki tiga buah kancing, sehingga bagian bawahnya melebar dan terbuka.

Kebaya ini biasanya dipadukan dengan kain batik yang diikat ke pinggang, dengan tambahan selendang dan beberapa aksesori untuk rambut yang disanggul serta kerudung.

Untuk pria, pakaian adatnya ialah teluk belanga. Teluk Belanga dipakai tidak hanya di Kepulauan Riau, tapi juga di Riau, Jambi, dan sekitarnya. Namun, teluk belanga yang dipakai di Kepulauan Riau memiliki keunikan tersendiri.

Teluk belanga khas KepRi umumnya polos/tidak bercorak, dan warnanya tidak mencolok. Warna pakaian dan celana umumnya sama. Lalu, ada sarung sebatas lutut yang dililitkan.

Aksesori yang digunakan untuk melengkapi pakaian adat Kepulauan Riau khas laki-laki tidaklah banyak, yaitu hanya penutup kepala bernama tanjak yang terbuat kain songket segi empat yang diikat sedemikian rupa atau sebuah peci (songkok). Penggunaan tanjak biasanya hanya saat ada upacara resmi seperti kenduri atau acara-acara adat yang lain. Sementara untuk keseharian, songkoklah yang dipilih.

 

  1. Tarian Tradisional
  • Tari Melemang

Tari melemang diperkirakan sudah ada sejak abad 12 dan awalnya dikenal sebagai tarian istana Kerajaan Bentan. Tarian yang memadukan unsur tari, musik, dan menyanyi ini mengisahkan tentang kehidupan kerajaan dan dipentaskan oleh 14 orang yang masing-masing memainkan peran. Kata melemang sendiri berarti berdiri sambil membongkokkan badan ke belakang dan hal ini memang tampak pada kecakapan serta kegesitan para penari dalam mengambil sesuatu, misalnya uang receh atau sapu tangan. Kini, tari Melemang sudah menjadi pertunjukan hiburan rakyat dengan durasi sekitar satu jam.

  • Tari Makyong

Tarian ini adalah jenis dramatari yang sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu. Makyong diperkirakan telah ada di Riau hampir seabad yang lalu dan sering kali dipentaskan di pematang sawah selepas memanen padi. Tarian tersebut dipentaskan oleh penari-penari topeng dan diiringi alat musik seperti rebab, gendang, dan tetawak.

  • Tari Zapin

Tari zapin telah lama berkembang di banyak daerah di Indonesia dan salah satunya di Kepulauan Riau. Tari ini banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan sarat kandungan agama dan  tata nilai.  Tarian ini mempertontonkan gerakan kaki cepat mengikuti pukulan gendang (marwas). Zapin awalnya hanya dilakukan penari lelaki namun kini penari perempuan juga ditampilkan.

  • Tari Joged Lambak

Tari Joged Lambak adalah tarian yang kental dengan budaya Melayu. Gerak tariannya cenderung lemah gemulai sementara lagu-lagu yang ditarikan adalah lagu atau irama joget seperti Serampang Laut, Tanjung Katung, dan Anak Kala. Alat musik yang digunakan antara lain gendang, gong atau tetawak.

  • Tari Tandak

Tari tandak dikenal sebagai tari pergaulan yang digemari masyarakat setempat dan menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung. Tarian ini adalah gabungan antara seni tari dan sastra dan dipentaskan oleh laki-laki dan perempuan pada malam hari.

 

  1. Senjata Tradisional
  • Pedang Jenawi

Pedang ‘Jenawi’ merupakan sejenis senjata tradisional berupa pedang yang dipergunakan oleh para panglima perang tempo dulu. Panjang pedang Jenawi ini bisa mencapai 1 meter.

  • Beladau

Beladau adalah sejenis belati yang merupakan senjata tradisional yang dikenal di Sumatera dari Riau sampai Mentawai. Beladau memiliki bermata pisau tunggal atau bermata dua,bentuk pisau melengkung. Pisau dari gagang ke ujung semakin runcing dan melengkung ke suatu titik.

  • Badik Tumbuk Lada

Badik Tumbuk Lada adalah senjata tradisional khas melayu yang ada di Sumatera dan Kepulauan Riau serta Semenanjung Melayu. Bentuk badik tumbuk lada menyerupai keris tapi tidak bergelombang. Senjata tradisional ini pada zaman dulu dipergunakan untuk berburu dan berperang, ataupun menjadi pelengkap pakaian adat.

  1. Lagu Daerah

Berikut beberapa lagu daerah Kepulauan Riau:

  • Pulau Bintan
  • Segantang Lada
  • Pantai Solop

Dari liriknya, Pulau Bintan dan Segantang Lada bercerita tentang Pulau Bintan (pulau terbesar di KepRi) dan Kepulauan Riau itu sendiri, serta perasaan rindu yang dirasakan penyanyinya. Sedangkan Pantai Solop bercerita tentang nuansa alam Pantai Solop yang indah, penduduknya yang berbudi, bahwa itu merupakan suatu berkah dari Tuhan dan bahwa kita harus melestarikannya.

Translate »