Acara
Kelas Memasak – Festival Kuliner Indonesia
September 1, 2016
0

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang mengadakan Festival Kuliner Indonesia di tujuh belas titik yang berbeda di seluruh Jepang di satu waktu yang sama yaitu 20 Agustus 2016. Tujuh belas Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang di berbagai daerah turut berpartisipasi dalam program besar ini, termasuk PPIJ cabang Fukuoka. Setiap cabang dari PPIJ mengusung konsep dan jenis makanan yang berbeda, dan PPIJ cabang Fukuoka mengusung konsep Cooking Class bersama dengan masyarakat Jepang.

Kelas Memasak yang kami adakan merupakan bentuk kerjasama antara PPIJ Fukuoka bersama dengan Kota Suemachi. Toki-san, perwakilan dari Kota Suemachi, merupakan seorang guru Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin untuk anak-anak lokal di Kota Suemachi. Beliau berkeinginan agar murid-muridnya itu memperluas wawasannya dengan cara mempelajari budaya negara lain, salah satunya masakan Indonesia. Namun, karena antusiasme penduduk Kota Suemachi, tidak hanya anak-anak saja yang mengikuti acara ini, tetapi beberapa orang tua anak-anak dan siswa SMA juga turut serta berpartisipasi.

Acara dimulai pukul 9.45am waktu Jepang di dapur Suemachi City Hall. Menu pertama adalah ayam bakar yang diajarkan oleh Ibu Nova. Saat itu, peserta kelas memasak yang notabene adalah orang Jepang, menggunakan ulekan batu Indonesia untuk pertama kalinya. Meskipun canggung dan tidak dapat melakukannya dengan benar, anak-anak bersemangat mengulek sambil tertawa, bahkan meneteskan air mata karena mengulek bawang putih. Para orangtua pun dengan penasaran saling mencoba bumbu-bumbu a la Indonesia yang baru pertama kali mereka lihat, sambil berdiskusi bahan asli Jepang apa yang mungkin dapat mereka gunakan untuk mengganti bahan-bahan a la Indonesia jika mereka ingin membuat ayam bakar di rumah. Mereka pun terkejut ketika mengetahui bahwa shouyu (kecap kedelai) Indonesia sangat berbeda dengan shouyu Jepang, karena rasany yang manis dan teksturnya yang kental.

Sambil menunggu ayam bakar matang di oven, Ibu Dilla, chef kami yang satu lagi, mengajarkan peserta cooking class untuk membuat makanan penutup berupa klepon dan es kopyor. Saat membulatkan adonan klepon, anak-anak berebut untuk melakukannya. Namun, bagian paling ‘wah’ adalah ketika Ibu Dilla menunjukkan bagaimana membuat kelapa artifisial untuk es kopyor, mengingat mencari endosperma dari buah kelapa muda (bagian putihnya) sangatlah sulit. Peserta ber-‘oooooh’ saat sang guru secara ajaib menuang adonan di atas es batu besar dan dalam sekejab mengeras pipih dan tercampur dengan sirup di bagian bawahnya.

Acara diakhiri dengan makan bersama sambil melakukan video call ke enam belas titik lainnya di Jepang yang juga mengadakan festival kuliner bersama. Kami juga sempat melakukan video call ke Bapak Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Secara umum, acara ini berlangsung dengan sangat baik, dan kami beserta Toki-san berharap ke depannya dapat mengadakan acara seperti ini lagi bersama.

[VIDEO] Bagaimana Tanggapan peserta soal masakan Indonesia ? Silakan lihat di video ini. . . Credit : @mfadhillah92

A video posted by PPI Fukuoka (@ppi.fukuoka) on

Oleh : Rizky Reza Fauzi

Translate »