Budaya Sehari-hari di Jepang
September 14, 2017
0

Bagi anda (pendatang atau mahasiswa) yang baru saja sampai ke Jepang dan belum pernah ke Jepang sebelumnya, kemungkinan besar akan mengalami masa penyesuaian karena budaya masyarakat di Jepang sangat berbeda dengan budaya masyarakat di Indonesia. Dalam tulisan singkat ini kita bisa sedikit mempelajari beberapa kebiasaan di Jepang yang penting untuk diperhatikan. Di antaranya:

  1. Ketika Berada di Tempat Umum

Kecilkan suara ketika berada di tempat umum seperti kereta, bus dan koridor kampus/penginapan karena orang Jepang sangat mementingkan kenyamanan orang-orang di sekitarnya.

Hindari mengambil gambar dengan ponsel di tempat umum atau di sekitar rumah penduduk setempat. Hal ini dinilai melanggar privasi orang lain, bahkan terdapat undang-undang yang memungkinkan pelaku untuk dituntut.

Pelajari peraturan yang berlaku di tempat umum. Pasalnya, di Jepang banyak sekali peraturan yang diberlakukan demi terciptanya kenyamanan bersama. Contohnya peraturan mengenai penggunaan trotoar bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda (biasanya tercantum dalam pamflet yang diberikan oleh dorm manager.

 

  1. Ketika Makan

Hindari menancapkan sumpit ke dalam nasi. Di Jepang, hal demikian dianggap tabu karena menyerupai dupa dalam pemakaman. Letakkan sumpit Kita horizontal di atas mangkuk nasi ketika kita sedang tidak menggunakan sumpit.

Hindari memberi makanan dari satu sumpit ke sumpit yang lain karena hal tersebut juga dianggap tabu di Jepang. Alasan pelarangan hal tersebut adalah keserupaan memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit dengan cara orang Jepang mengangkat tulang belulang sanak saudaranya yang meninggal setelah dikremasi.

 

  1. Budaya dalam Bersosialisasi

Ucapkan sumimasen sebelum bertanya. Dalam Bahasa Indonesia, sumimasen berarti permisi. Oleh karenanya, agar tidak terdengar kasar, selalu ucapkan kata ini sebelum bertanya. Sumimasen juga dapat Kita ucapkan ketika jalan yang kita lewati terhalang orang lain atau ketika kita secara tidak sengaja menginjak kaki orang lain.

Orang Jepang suka berbicara secara berbelit-belit ketika membahas sesuatu yang menurutnya sensitif karena dalam budaya mereka sangat penting untuk menjaga perasaan sesama. Usahakan untuk mengidentifikasi ketika hal tersebut terjadi dan berusaha mengerti maksud pesan orang tersebut.

Pelajari etika membungkuk. Dalam budaya Jepang, ada bermacam-macam cara membungkuk; 15° dilakukan saat menyapa seseorang; 30°-45° untuk mengekspresikan rasa hormat; dan 45°-70° ketika meminta maaf. Dalam banyak situasi, kita akan berhadapan dengan kondisi di mana orang Jepang membungkuk kepada kita, maka ada baiknya kita mempelajari cara membungkuk di Jepang. (Lebih detilnya silahkan merujuk pada daftar pustaka).

 

 

Sebagian dari kita mungkin telah mempersiapkan diri dengan belajar Bahasa Jepang sebelum tinggal di sini, namun sebagian yang lain sama sekali belum pernah belajar Bahasa Jepang. Berikut kalimat Bahasa Jepang yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ohayou Gozaimasu                             – Selamat Pagi
Konnichiwa    
                                      – Selamat Siang (‘konnichiwa’ bisa ditranslasi sebagai kata sapaan universal)
Konbanwa                                             –
Selamat malam
Gomen nasai                                         – Maaf
Arigatou Gozaimasu                           – Terima kasih
Nihonggo o wakaranaidesu              –
Saya tidak mengerti Bahasa Jepang
Eigo o dekimasuka?                            –
Apakah Kita mengerti / Bisa Bahasa Inggris?
Watashiwa kore o tabenaidesu        –
Saya tidak makan makanan ini
Arukooru wa haitte imasuka?          – Apakah (makanan/minuman) ini mengandung alkohol?

Butaniku wa haittemasuka?               – Apakah (makanan/minuman) ini mengandung daging babi?

Watashi wa osake o nomemasen      – Saya tidak bisa minum minuman beralkohol
Watashi wa butaniku ga taberare    – Saya tidak bisa makan daging babi
masen

Dono ryouri ga bejitarian desuka? – Hidangan yang manakah yang vegetarian? (penting bagi muslim)
Michi o mayotte imasu                       
– Saya tersesat
A wa doko desuka?                              – Dimana letak A (nama tempat)?
Toire wa doko desuka?                       – Di manakah letak toilet?
Kore wa ikura desuka?                       – Ini harganya berapa?
Keisatsu                                                  – Polisi
Byouin                                                    – Rumah Sakit
Isha                                                          – Dokter

 

Daftar Pustaka
http://japantourlist.com/id/etika-memakai-sumpit-yang-benar-di-jepang
https://www.tofugu.com/japan/bowing-in-japan/
http://www.omniglot.com/language/phrases/japanese.php

The Only Japanese Phrasebook You’ll Ever Need For Muslim Travellers

Tulisan Oleh
Zulfi Gautama
Translate »