Audiensi KBRI di Fukuoka
December 9, 2016
0

Fukuoka, 6 Desember 2016- Dilakukan audiensi antara pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dengan warga Indonesia di Fukuoka. Pertemuan dilakukan di area Hakozaki dan dihadiri 8 warga Indonesia.

 

Perwakilan KBRI Fungsi Politik, M. Abas Ridwan (Minister Counsellor) dan Saud Ringo (Second Secretary) berkunjung ke Fukuoka dalam rangka evaluasi kinerja konsul kehormatan Indonesia di Fukuoka. Berkaitan dengan hal tersebut, pihak KBRI melakukan audiensi mengenai kinerja Konsul kehormatan Indonesia kepada warga Indonesia yang berada di Fukuoka. Kegiatan dimulai dengan berbagi kisah yang dirasakan oleh warga Indonesia di Fukuoka.

Eddy, selaku koordinator Eksternal Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang Komisariat Fukuoka (PPIF) menyampaikan bahwa kendala yang paling sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat menjalani kehidupan di Fukuoka adalah kendala bahasa. Serupa dengan pernyataan sebelumnya, Herdiansyah, salah satu warga Indonesia yang bergerak sebagai bisnis development di salah satu perusahaan Jepang menyatakan bahwa untuk membuat legalisasi dokumen harus melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa Jepang dan hal ini membuat komunikasi sedikit terhambat.

Pak Abas menjelaskan bahwa saat ini pihak KBRI sedang membuat sistem pelayanan terpadu KBRI. Namun untuk saat ini, untuk para pelajar yang ingin melakukan lapor diri, silahkan mengisi form yang telah disediakan oleh pihak Atikbud KBRI Tokyo. Di sisi lain, beliau juga menjelaskan bahwa untuk saat ini Area Kyushu- Okinawa berada dibawah wewenang KBRI Tokyo, sehingga apabila ingin melakukan kegiatan konsuler atau keimigrasian silahkan mengajukan ke KBRI Tokyo.

 

[Makan siang bersama Pihak KBRI (Abas Ridwan dan Saud Ringgo) dan warga Indonesia di Fukuoka]

 

Dalam pertemuan ini, pak Abas juga menjelaskan bahwa beberapa tahun sebelumnya konsul kehormatan (konhor) berfungsi untuk membantu kegiatan konsuler dan keimigrasian. Namun saat ini perannya telah berubah. Saat ini Konhor hanya berwenang untuk melakukan perlindungan terhadap warga Indonesia dan promosi mengenai Indonesia

 

[Foto bersama pihak KBRI dan PPI Fukuoka]

 

Sebelum audiensi berakhir, Pak Abas menyarankan kepada pengurus PPI Fukuoka agar menjadi organisasi yang inklusif.

“Jangan ekslusif saat melakukan kegiatan PPI. Tolong undang juga warga Indonesia lainnya.” Ujar beliau.

Beliau juga menyarankan, apabila pindah tempat tinggal, jangan lupa untuk update informasi ke pihak KBRI. Dan untuk PPI Fukuoka agar melakukan kunjungan ke konhor sehingga kedepannya hubungan antara PPI Fukuoka dan konsuler kehormatan semakin erat dan komunikasi terjalin dengan baik.

 

Oleh :

Fadilla Zennifa,

Koordinator Bidang Kominfo PPI Jepang 2016-2017

Translate »