Tulisan
Arti Sumpah Pemuda Bagi Kami, yang Jauh dari Tanah Air
October 28, 2016
0

Sumpah Pemuda, yang diucapkan oleh para pemuda pendiri bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928, adalah sumpah yang mengikat keberagaman suku, bangsa, dan bahasa menjadi satu, “Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, Indonesia”. Sumpah pemuda di kala itu adalah sebuah pemantik semangat para pemuda pendiri bangsa untuk bersatu, bersama-sama memiliki cita-cita dan visi yang sama untuk merdeka menjadi satu, Indonesia.

Waktu berlalu, dunia berubah, Indonesia pun berubah. Indonesia tidak lagi dijajah oleh Inggris, Belanda, maupun Jepang, namun dijajah oleh media dan globalisasi. Indonesia tidak lagi mendapat serangan fisik dari luar, namun dari dalam. Bersamaan dengan itu semua, sumpah pemuda seakan hanya menjadi angin lalu.

Isu kesukuan, ras bangsa, dan agama menjadi pelik diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat. Isu-isu yang membuat satu sama lain merasa lebih baik dari yang lainnya, merasa berbeda, merasa lebih berhak dari yang lainnya. Yang lainnya yang berbeda, dianggap tidak lebih berhak, dianggap tidak lebih pantas, dianggap tidak lebih baik. Isu-isu remeh terlihat penting yang membuat bangsa Indonesia melupakan identitas dirinya sebagai satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa; membuat kita lupa bahwa bangsa –yang masih kita sebut sebagai bangsa Indonesia –ini, masih memiliki problematika yang lebih penting layaknya krisis lingkungan dan energi, layaknya ketahanan negara dan pangan, layaknya pendidikan dan kemiskinan; membuat kami para pemuda Indonesia, pesimis menghadapi estafet tanggung jawab negara yang akan diletakkan di pundak kami suatu hari nanti.

Kami, adalah pemuda-pemudi beruntung dari sekian banyak para pemuda yang ada di Indonesia. Kami mendapatkan kesempatan untuk merantau di negeri orang. Untuk menimba ilmu, kata kami. Untuk Indonesia, kata kami. Itulah kata kami ketika kami ditanya oleh pihak-pihak pemberi beasiswa. Beruntung bagi kami, karena kami dapat melepaskan diri dari segala penat dan jengah melihat keseharian media Indonesia.

Kami, berasal dari berbagai suku, berasal dari berbagai macam tempat di Indonesia. Berupa-rupa warna kulit kami, berupa-rupa dialek kami, berupa-rupa agama kami. Namun begitu, adalah hal yang menyenangkan bagi kami di perantauan ketika kami bertemu dengan sesama orang Indonesia apapun sukunya, apapun agamanya. Selama itu orang Indonesia, kami akan bertukar sama, kami akan bertukar cerita, kami akan berbagai suka dan duka bersama-sama. Hanya karena alasan yang sama yang membuat pemuda Indonesia dahulu bersumpah, yakni bahwa kami satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Hanya karena kami sama-sama orang Indonesia. Tidak sempat bagi kami memikirkan perbedaan-perbedaan yang ada di antara kami. Dengan menjadi orang Indonesia, cukup bagi kami untuk percaya satu sama lain. Dengan menjadi orang Indonesia, cukup bagi kami untuk menganggap mereka semua sebagai keluarga.

Makna sumpah pemuda bagi kami menjadi lebih dalam artinya justru ketika kami jauh dari rumah. Ia semakin bermakna bagi kami dalam kehidupan sehari-hari kami. Di tengah kota yang asing bagi kami, dengan bahasa yang asing, budaya yang asing, ia terasa semakin berarti. Semakin bersatu kami pemuda Indonesia di sini. Seraya mengamati Indonesia dari jauh, melihat perkembangan berita nasional, dan terus berdoa untuk Indonesia. Dan Indonesia, semakin ia dirindu  justru ketika ia jauh.

Wahai Indonesia, kami yang jauh dari rumah, yang merantau di negeri asing, kami di sini untukmu. Kami di sini, belajar sampai malam, di laboratorium, di hamparan kertas corat-coret rumus matematika, menimba ilmu untukmu. Sesederhana karena Engkau tanah air kami, bangsa kami, bahasa kami. Dan pada saatnya nanti, kami pun akan pulang, dengan harapan akan sedikit membawa berita baik untukmu, Indonesia.

 

Melisa Department of Earth Resources Engineering, Faculty of Engineering, Kyushu University Mineral Processing, Recycling & Environmental Remediation Lab.
Melisa P Dewi
Department of Earth Resources Engineering,
Faculty of Engineering, Kyushu University
Mineral Processing, Recycling & Environmental
Remediation Lab.

 

Translate »