60 Tahun Indonesia – Jepang: Penampilan Menawan di Pesona Khatulistiwa
May 8, 2018
0

Memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Fukuoka bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menghadirkan atraksi seni budaya dari Indonesia dalam satu tema bernama Pesona Khatulistiwa. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 3-4 Mei 2018 bersamaan dengan Golden Week di Jepang. Diharapkan acara ini dapat memperkenalkan budaya-budaya Indonesia yang spektakuler namun belum banyak dikenal oleh masyarakat Jepang.

Selama 2 hari berturut-turut, Pesona Khatulistiwa diisi oleh berbagai pertunjukan seperti pertunjukan angklung, gamelan, tarian tradisional, dan reog. Tidak hanya itu, presentasi mengenai Indonesia juga ditampilkan melalui powerpoint dan tebak-tebakan berhadiah. Ajibi Hall di Fukuoka Asian Museum menjadi saksi keistimewaan Indonesia yang ditunjukkan untuk mengenal Indonesia ke khalayak Jepang.

 

  1. Pertunjukan musik menggunakan angklung

 

Pada pertunjukan ini anggota PPI Fukuoka menggelar pertunjukan musik yang ditemani oleh angklung sebagai alat musik utamanya. Selama pertujukan, dimainkan 3 lagu yang berasal dari Indonesia dan Jepang yaitu Umi no Koe, Bengawan Solo, dan Ue wo Muite Arukou. Ketiga lagu ini mempunyai tempo yang lambat dan suara angklung yang bergema dalam aula membuat kesan yang berbeda ketika lagu tersebut dimainkan menggunakan angklung dengan versi originalnya. Sebagai pelengkap, gitar dan biola juga ikut dimainkan.

       2. Pertunjukan gamelan

Pertunjukan gamelan kali ini sangat unik, sebab seluruhnya dimainkan bukan oleh orang Indonesia namun orang Jepang. Tim musisi gamelan yang bernama Klub Gamelan Fukuoka ini, mampu memainkan gamelan dengan indah layaknya pemain orang Indonesia.

 

   3. Tari Saman

 

Tari Saman yang berasal dari Suku Gayo di Nangroe Aceh Darussalam ini dibawakan kembali oleh mahasiswa-mahasiswa dari PPI Fukuoka. Para penari saman disertai penggiring musiknya berhasil mendapat perhatian penonton di dalam Ajibi Hall.

 

     4. Presentasi mengenai Indonesia + Quiz!

 

Presentasi ini berisi tentang pengenalan Indonesia melalui daerah wisata Indonesia, salah satunya Bali dan jalan Malioboro. Saat para penonton ditanya mengenai daerah-daerah yang ditampilkan oleh presenter, memang banyak yang belum pernah ke sana. Dengan adanya presentasi ini, kita berharap orang Jepang mulai mengenal daerah wisata di Indonesia, yang tidak kalah indahnya dari Bali. Kemudian presentasi dilanjutkan dengan memperkenal Gili, Lombok secara spesifik dan dilanjutkan ke sesi berikutnya, yaitu sesi quiz.

 

 

Quiz ini dilakukan dengan slide yang berisi pilihan ganda, dan penonton harus mengangkat tangan untuk menjawabnya. Peserta yang berhasil menjawab quiz akan mendapatkan hadiah.

 

 

     5. Tarian Mengusir Hama (Sumatra Selatan)

 

Memasuki hari ke 2 Pesona Khatulistiwa, para peraga antraksi langsung didatangkan dari Indonesia, Sumatra Selatan. Para penari ini dipilih dari para putra terbaik dan dilatih selama 2 minggu, kemudian diterbangkan ke Jepang untuk menghibur tidak hanya warga Indonesia di Jepang, tapi juga orang Jepang. Atraksinya pun juga disebutkan sedikit dimodifikasi dari tarian aslinya agar lebih dinamik dan lebih menarik bagi penonton.

 

    6. Reog Ponorogo

 

Puncak kemeriahan Pesona Khatulistiwa diakhiri dengan penampilan Reog Ponorogo ini. Sama seperti para penari daerah Sumatra Selatan, mereka juga jauh-jauh didatangkan dari Indonesia untuk menghibur penonton yang ada di Fukuoka. Sang bupati Ponorogo, bapak Ipong Muchlissoni turut hadir menemani tim Reog Ponorogo ini tampil di Jepang. Berita mengenai tampilnya reog ponorogo juga telah disiarkan dan diberitakan oleh media massa di Indonesia seperti Detik dan Metro TV.

 

Bagi yang belum mengetahui latar cerita Reog Ponorogo, cerita dibaliknya adalah mengenai tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning. Ditengah perjalanan kemudian dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, disisi Raja Ponorogo terdiri dari warok, dan warok ini memiliki ilmu hitam yang mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang mengadu ilmu hitam antara keduanya.

 

 

Terima kasih banyak kepada seluruh penonton dari Indonesia maupun Jepang telah datang untuk memeriahkan acara ini. Acara serupa namun lebih meriah akan diadakan kembali pada acara Indonesian Culture Day 2018!

Penulis
Naufal Rauf
Translate »